Showing posts with label kisah. Show all posts
Showing posts with label kisah. Show all posts

Thursday, January 25, 2018

Anda menangis membaca ini, Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum wafat

Jujur saya menangis  membaca ini... Semoga kita mendapat syafaat beliau, amien...

Baca sejenak..
 Assalamualaikum..
Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum wafat.
Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi beliau sangat lemah.

Pada suatu hari Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dengan para sahabat. Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendapat taushiyah dari Rasulullah SAW.

Beliau duduk dengan lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yg tengah dideritanya.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Wahai sahabat2 ku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu2nya Tuhan yg layak di sembah?"

Semua sahabat menjawab dg suara bersemangat, " Benar wahai Rasulullah, Engkau telah sampaikan kpd kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu2nya Tuhan yg layak disembah."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
"Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka."

Kemudian Rasulullah bersabda lagi, dan setiap apa yg Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.

Akhirnya sampailah kepada satu pertanyaan yg menjadikan para sahabat sedih dan terharu.

Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya, aku akan pergi menemui Allah. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut. Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dg manusia."

Ketika itu semua sahabat diam, dan dalam hati masing2 berkata "Mana ada Rasullullah SAW berhutang dengan kita? Kamilah yang banyak berhutang kpd Rasulullah".

Rasulullah SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.

Tiba-tiba bangun seorang lelaki yg bernama UKASYAH, seorang sahabat mantan preman sblm masuk Islam, dia berkata:

"Ya Rasulullah! Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".

Rasulullah SAW berkata: "Sampaikanlah wahai Ukasyah".

Maka Ukasyah pun mulai bercerita:
"Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cambuk ke belakang kuda. Tetapi cambuk tersebut tidak kena pada belakang kuda, tapi justru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri di
belakang kuda yg engkau tunggangi wahai Rasulullah".

Mendengar itu, Rasulullah SAW berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yg sama."

Dengan suara yg agak tinggi, Ukasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah."

Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian.

Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah pd Ukasyah. "Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. bukankah Baginda sedang sakit..!?"

Ukasyah tidak menghiraukan semua itu. Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cambuk di rumah anaknya Fatimah.

Bilal meminta cambuk itu dari Fatimah, kemudian Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?"

Bilal menjawab dg nada sedih: "Cambuk ini akan digunakan Ukasyah utk memukul Rasulullah"

Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata:
"Kenapa Ukasyah hendak pukul ayahku Rasulullah? Ayahku sdg sakit, kalau mau mukul, pukullah aku anaknya".

Bilal menjawab: "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".

Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikan kepada Ukasyah.
Setelah mengambil cambuk, Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah.

Tiba2 Abu bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil
berkata: "Ukasyah..! kalau kamu hendak memukul, pukullah aku. Aku orang yg pertama beriman dg apa yg Rasulullah SAW sampaikan. Akulah sahabtnya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak memukul, maka pukullah aku".

Rasulullah SAW: "Duduklah wahai Abu Bakar. Ini urusan antara aku dg Ukasyah".

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah. Kemudian Umar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata:

"Ukasyah..! kalau engkau mau mukul, pukullah aku. Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu dulu. Sekarang tidak boleh ada seorangpun yg boleh menyakiti Rasulullah Muhammad. Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah, maka langkahi dulu mayatku..!."

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah, tiba2 berdiri Ali bin Abu Talib sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW.

Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata: "Ukasyah, pukullah aku saja. Darah yg sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah".

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Ali, ini urusan antara aku dg Ukasyah" .

Ukasyah semakin dekat dg Rasulullah. Tiba2 tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW yaitu Hasan dan Husen.

Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon. "Wahai Paman, pukullah kami Paman. Kakek kami sedang sakit, pukullah kami saja wahai Paman. Sesungguhnya kami ini cucu kesayangan Rasulullah, dengan memukul kami sesungguhnya itu sama dg menyakiti kakek kami, wahai Paman."

Lalu Rasulullah SAW berkata: "Wahai cucu2 kesayanganku duduklah kalian. Ini urusan Kakek dg Paman Ukasyah".

Begitu sampai di tangga mimbar, dg lantang Ukasyah berkata:

"Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini."

Rasulullah SAW memang manusia terbaik. Kekasih Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi:

"Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah"

Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.
Tanpa berlama-lama dalam keadaan lemah, Rasulullah membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yg sangat indah, sedang beberapa batu terikat di perut Rasulullah pertanda Rasulullah sedang menahan lapar.

Kemudian Rasulullah SAW berkata:
"Wahai Ukasyah, segeralah dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Nanti Allah akan murka padamu."

Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah SAW, cambuk di tangannya ia buang jauh-jauh, kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya. Sambil menangis sejadi-jadinya,

Ukasyah berkata:
"Ya Rasulullah, ampuni aku, maafkan aku, mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku
melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu.

Seumur hidupku aku bercita-cita dapat memelukmu. Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka.

Dan sungguh aku takut dengan api neraka. Maafkan aku ya Rasulullah..."

Rasulullah SAW dg senyum berkata:
"Wahai sahabat2ku semua, kalau kalian ingin melihat ahli Surga, maka lihatlah Ukasyah..!"

Semua sahabat meneteskan air mata. Kemudian para sahabat
bergantian memeluk Rasulullah SAW.

Semoga dengan membaca ini bila ada air mata ini membuktikan kecintaan kita kepada kekasih Allah SWT....

Allahumma sholli 'alaa Muhammad.
Allahumma sholli 'alayhi wassalam ...
Semoga Allah Swt. Sll meridloi kita semua, Amin
.....
NB:
Yuk kita posting di medsos tentang keagungan Rosulullah...

⛔  jangan sampai kisah  ini kalah populer dibanding pemberitaan yg ada saat ini,

"الصلاة والسلام عليك يارسول الله....: `Assalaamu'alaikum WR WB. Bapak/Ibu dan teman-teman semuanya.
                                                                                    Seluruh dunia mencintai Nabi SAW.

Kami ingin mengajak 500,000,000 Shalawat kepada sahabat yang mencintai Rasul Muhammad SAW.
Dgn ribuan orang berdikir Semoga negara indonesia ini diselamatkan Allah SWT
Hanya baca dan sebarkan kepada rekan rekan

KITA SEMUA UMAT
R A S U L U L L A H  S A W

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

ALLAHUMMA SHALLI 'ALA MUHAMMAD, WA 'ALA AALI MUHAMMAD,

كما صليت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم

KAMAA SHALLAITA 'ALA IBRAHIM, WA 'ALA AALI IBRAHIM,

وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

WABAARIK 'ALA  MUHAMMAD, WA 'ALA AALI MUHAMMAD,

كما باركت

على سيدن

ا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم فى العالمين انك حميد مجيد

KAMAA BAARAKTA 'ALA IBRAHIM, WA 'ALA AALI IBRAHIM, FIL 'ALAMIN INNAKA HAMIDUM MAJID

YA~ALLAAH     يا الله
YA~RAHMAAN   يا رحمن
YA~RAHIIM    يا رحيم
YA~MALIK     يا ملك
YA~QUDDUUS   يا قدوس

YA~'AZIIZ    يا عزيز
YA~'ALIIM    يا عليم
YA~JABBAAR   يا جبار
YA~GHANIYY   يا غني
YA~LATHIIF   يا لطيف

YA~KHABIIR    يا خبير
YA~AWWAAL     يا أول
YA~AAKHIR    يا آخر
YA~BASHIIR   يا بصير
YA~SHABUUR   يا صبور

YA~SHAMAD    يا صمد
YA~MUJIIBU  يا مجيب
YA~WAAJIDU  يا واجد 
YA~RA'UUF   يا رؤوف
YA~QAADIR   يا قادر

YA~WAAHID   يا واحد
YA~HALIIM   يا حليم
YA~HAYYU    يا حي
YA~QAYYUUM  يا قيوم
YA~SALAAM   يا سلام

YA~JABBAAR   يا جبار
YA~MUTAKABBIR يا متكبر
YA~KHAALIQ   يا خالق
YA~BAARI    يا بارئ
YA~RAZZAAQ   يا رزاق

Kirim nama ALLAH kepada semua teman Muslim dan INSHAA ALLAH dalam beberapa menit nanti ramai orang bersama sama membaca keindahan nama ALLAH

Tolong teruskan message ini..!


Anggaplah sebagai sedekah Jariyah..!


Jangan lupa untuk menghantar kepada rekan rekan anda..!


Tolonglah ! walaupun anda tak mau membacanya, hanya hantar kepada rekan rekan yang lain..!

► Astaghfirullah !

أستغفر الله

► Astaghfirullah !

أستغفر الله

► Astaghfirullah !

أستغفر الله

► Hasbunallahu wa ni'mal wakiil.

حسبنا الله ونعم الوكيل

► Hasbunallahu wa ni'mal wakiil.

حسبنا الله ونعم الوكيل

► Hasbunallahu wa ni'mal wakiil.

حسبنا الله ونعم الوكيل

► Hasbunallahu wa ni'mal wakiil.

حسبنا الله ونعم الوكيل

► Hasbunallahu wa ni'mal wakiil.

حسبنا الله ونعم الوكيل

► Hasbunallahu wa ni'mal wakiil.

حسبنا الله ونعم الوكيل
y
► Hasbunallahu wa ni'mal wakiil.

حسبنا الله ونعم الوكيل


* Selesai membacanya, kirim kepada teman lain. Dalam beberapa menit, berjuta orang akan membaca. Anda tak akan rugi apa apa pun, biarkan sentiasa berjalan..! Wassalamualaikum wr wb.``
Share:

Tuesday, November 1, 2016

Mengocehlah agar Indonesia tak seperti Granada

Mengocehlah.... Agar Jakarta tak seperti Granada

(1). Apa yg menyebabkan kerajaan Granada, sbg salah satu kerajaan Islam terkuat di Eropa, akhirnya runtuh?

(2). Jawaban pastinya adalah karena serangan musuh.

(3). Tapi serangan musuh tentu tidak serta merta dilakukan begitu saja. Banyak faktor yg harus diperhitungkan. Salah satunya adalah 'timing' yg pas.

(4). Utk mengetahui kapan 'timing' yg pas, raja Ferdinand dari Aragon perlu mengutus mata2.

(5). Yg dilakukan sang mata2 cukup sederhana : pantau 'ocehan' masyarakat Granada.

(6). Satu waktu ia melihat anak kecil menangis. Dihampirinya sang bocah dan bertanya ttg apa yg menyebabkannya menangis?

(7). "Aku menangis karena anak panahku tidak tepat sasaran", jawab sang bocah. "Bukankah kamu bisa mencobanya lagi?", kata sang mata2.

(8). Jawaban sang bocah cukup mengejutkan. "Jika satu anak panah saya gagal mengenai musuh, apa mungkin musuh memberi saya kesempatan utk memanahnya lagi?"

(9). Mendengar 'ocehan' bocah tsb, sang mata2 menyarankan raja Ferdinand utk tidak menyerang Granada saat ini. Anak kecilnya aja begitu, gimana org2 tuanya?

(10). Bbrp tahun kemudian sang mata2 kembali ke Granada dan dilihatnya seorang dewasa yg sedang menangis.

(11). "Mengapa kau menangis?" tanya si mata2. "Kekasihku meninggalkan aku", jawab si org dewasa tsb.

(12). Maka sang mata2 merekomendasikan inilah 'timing' yg tepat utk melakukan penyerangan.

(13). Tidak butuh lama, Granada sbg benteng terakhir kaum muslimin di Eropa, dapat dikuasai dgn mudah.

(14). Puncak malapetaka bagi kaum muslimin Granada adalah dgn dibentuknya lembaga Inguisition (inkuisisi, pengadilan yang dibentuk oleh dewan gereja). Pilihannya hanya 2 : menerima ajaran katholik atau dibantai.

(15). Maka tamatlah riwayat kaum muslimin di Andalusia, dan Eropa secara keseluruhan.

(16). Mungkinkah tragedi Granada terulang di negeri kita? Bisa iya, bisa tidak. Tergantung apa 'ocehan' kita.

(17). Saya teringat sebuah ceramah dari 'Da'i Sejuta Ummat', (alm) KH. Zainuddin MZ. Beliau katakan: "Allah memang menjamin bahwa Islam akan terus ada di muka bumi hingga akhir zaman; namum Dia tidak menjamin bhw Islam akan terus ada di Indonesia."

(18). Spt mata2 di Granada dulu, musuh2 Islam saat ini jg sedang memata-matai kita. Menunggu 'timing' yg pas.

(19). Bahkan kini mrk tak perlu repot2 terjun langsung ke lapangan utk mengetahui isi ocehan dan obrolan kita.

(20). Cukup pantau sosial media dan simak tema2 apa yg menjadi concern kaum muslimin.

(21). Utk saat ini bolehlah kita bernafas lega. Namun tetap bersiaga.

(22). Bahwa disaat MU kalah telak oleh Chelsea, kita masih 'ngoceh' soal penindasan saudara kita di Suriah dan Palestina.

(23). Bahwa tatkala valentino rossi terjatuh, kita masih 'ngoceh' ttg qur'an yg dinistakan.

(24). Bahwa ditengah dukungan terhadap adik Rachel di Voice Kids Indonesia, kita juga semangat mendukung petisi2 online yg digalang utk memenjarakan ahok.

(24). Ini tanda dan mjd pesan bagi musuh bhw ghiroh jihad itu blm luntur dari dada kaum muslimin.

(25). Apalagi kemudian terbukti bhw kita tidak sekedar besar ngoceh di sosial media, tapi juga wujud di dunia nyata.

(26). Jutaan kaum muslimin, tidak hanya di Jakarta, tapi di berbagai tempat hadir dalam aksi-aksi pembelaan terhadap kehormatan agama yg dilecehkan, dan puncaknya insya Allah pada 4 November nanti.

(27). Ini jelas membuat musuh ketar-ketir meski di back up kekuasaan sekalipun.

(28). Apalagi setelah ustadzuna, KH. Tengku Zulkarnain (wasekjen MUI) menyampaikan 'ocehan' nya: "Wahai Para Penjilat dan Penjual Agama! Berhenti lah Menghina Kami Umat Islam. Nanti Jika Kami Teriakkan JIHAD AKBAR, Kalian Musnah."



(29). Maka jangan anggap remeh meski sekedar 'mengoceh' di dunia maya utk membela Islam. Krn bisa jadi inilah yg membuat mrk berfikir ulang utk menyerang kita. #Granada

(30). Ini ocehanku mana ocehanmu?

Ocehan karyawan yg terjepit di KRL.

I like monday

31/10/2016

-ERWIN-
Share:

Kisah Unik Seorang Pengajar Al-Qur’an

*Kisah Unik Seorang Pengajar Al-Qur’an*
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Kisah ini disampaikan oleh salah seorang pengajar al-Quran al-Karim di salah satu masjid di Makkah al Mukarramah.
Ia berkata :
*“Telah datang kepadaku seorang anak kecil berusia tidak lebih dari _sepuluh tahun_ yang ingin mendaftarkan diri dalam halaqah.*

Maka aku bertanya kepadanya : *‘Apakah engkau hafal sebagian dari al Quran....?’*

Ia berkata : *‘Ya.’*

Aku bertanya kepadanya :
*‘Bacakan dari juz 'amma!’*

Maka kemudian ia membacanya.
Aku bertanya lagi :
*‘Apakah kamu hafal surat tabaarok*
*(al Mulk)....?’*

Ia menjawab : *‘Ya.’*

Aku pun takjub dengan hafalannya dalam usia yang masih dini.

Aku bertanya kepadanya tentang *suroh an Nahl.*
Ternyata ia hafal juga.
Maka semakin bertambah kekaguman ku atasnya.

Kemudian aku ingin mengujinya dengan surat-surat yang panjang.
Aku bertanya :
*“Apakah engkau hafal surat al-Baqarah....?”*

Ia menjawab: *“Ya.”*

Dan ia membaca surat itu tanpa salah sedikit pun.

Kemudian aku berkata :
*“Wahai anakku apakah engkau hafal al Quran....?”*

Ia menjawab : *“Ya.”*

*SubhanALLOH....!!!*
Dan apa yang Alloh kehendaki pasti akan terjadi....!!!
Aku memintanya untuk datang esok hari bersama dengan orang tuanya, sedangkan aku sungguh benar-benar takjub.
Bagaimana mungkin bapaknya melakukan hal tersebut....?!

Suatu kejutan besar ketika bapak anak tersebut hadir.
Aku melihat penampilannya tidak menunjukkan orang yang berkomitmen kepada *As-sunnah.*

Segera ia berkata kepadaku :
*“Saya tahu Anda heran kalau saya adalah ayahnya, tapi saya akan menghilangkan rasa keheranan Anda.* _Sesungguhnya di belakang anak ini ada seorang wanita yg setara dengan seribu laki-laki._
*Aku beritahukan kepada Anda, bahwa aku di rumah memiliki tiga anak yang semuanya hafal al-Quran.*
*Dan anakku yang paling kecil, gadis berusia 4 tahun, sudah hafal juz 'amma.”*

Aku kaget dan bertanya :
*“Bagaimana bisa seperti itu....?!”*

ia mengatakan *bahwa ibu mereka* ketika mereka mulai bisa berbicara pada usia bayi, maka ia *memulainya dengan menghafalkan al Quran* dan memotivasi mereka untuk itu.

Siapa *yang hafal pertama kali*,
maka dialah yang berhak memilih menu untuk makan malam hari itu. Siapa *yang melakukan muroja'ah*
*(setor hafalan) pertama kali,*
dialah yang berhak memilih kemana kami akan pergi mengisi liburan mingguan.
Dan siapa *yang mengkhatamkan pertama kali,* maka dialah yang berhak menentukan kemana kami harus mengisi liburan.

Seperti inilah, *istriku menciptakan suasana kompetisi* (persaingan) dalam menghafal dan melakukan muroja'ah.

Ketika merenungkan dan memikirkan kisah yang penuh pelajaran ini, kami mendapati bahwa *seorang wanita sholihah* yang senantiasa memperhatikan kebaikan rumah tangganya, maka dialah wanita *yang Nabi telah berwasiat kepada kaum laki-laki* untuk memilihnya sebagai pasangan hidup.
_Meninggalkan orientasi harta, kecantikan dan kedudukan._

Maka benarlah ketika Rosululloh bersabda :
*“Seorang wanita dinikahi karena empat hal,* karena _hartanya, kedudukannya, kecantikannya dan agamanya._ *Maka dapatkan _wanita yang memiliki agama_ (niscaya kamu beruntung) jika tidak maka kamu akan merugi (hina) .”*
_(HR. Bukhari)_.

Nabi bersabda:
*“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah _wanita sholihah.”_*
_(HR. Muslim)_.

Selamat atasnya (ibu anak tersebut) yang *telah menjamin masa depan anak-anaknya dengan menjadikan Al Quran sebagai pemberi syafaat* kepada mereka kelak di hari kiamat.

Nabi bersabda:
*“Akan dikatakan kepada orang yang hafal al-Quran pada hari kiamat, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dalam kehidupan dunia, karena sesungguhnya kedudukanmu (derajat tingkatanmu) adalah pada ayat terakhir yang engkau baca.”*
_(HR. Ibnu Hibban)_.

Maka bayangkanlah sekarang datangnya hari-hari itu, ketika ibu itu berdiri di padang mahsyar.
Ia akan melihat anak-anaknya terus naik dan naik di hadapannya, dan tiba-tiba mereka berada di tempat yang paling tinggi.
Kemudian dibawakan kepadanya *mahkota al waqoor* (kemuliaan) yang diletakkan di atas kepalanya.

Apa yang akan dilakukan anak-anak kita jika dikatakan kepada mereka : *“Bacalah....!”*

Maka kemanakah (hafalan) mereka akan sampai....?

Apakah akan diletakkan di atas kepala kita sebuah mahkota....?

Jika didatangkan timbangan amal, maka berapa banyak lagu-lagu yang mereka hafalkan....?!!

Semua ini akan menjadi modal dalam timbangan amal kedua orang tua mereka...!!.

Rosululloh bersabda :
*“Setiap dr kalian adalah pemimpin, & akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.*
*Seorang pemimpin atas manusia adalah pemimpin, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka.*
*Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka.*
*Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya & anaknya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka.*
*Dan seorang budak adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atasnya.*
*Ketahuilah bahwa setiap dari kalian adalah pemimpin, & stp dr kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.”*
_(HR. Bukhori)_.

Tidaklah Alloh mengkaruniakan kepada kita keturunan agar kita memperbanyak orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya.
Akan tetapi *agar mereka bersyukur dan ingat.*
_Apakah anak kita termasuk dari kalangan mereka....!??_

*Wahai setiap ibu, wahai saudariku semua….!!!*
_Mulailah dengan mendidik dan memperbaiki anak-anak kalian._ Jadikanlah huruf dan ayat-ayat Al-Quran sebagai pemberat timbangan amal kalian dan saksi bagi kalian pada hari perhitungan.
Hari dimana al-Quran akan memberikan syafa'at kpd pembacanya pada hari kiamat.
Hari dimana para penghafal Al-Quran menempati tempat yang tinggi.
Dan akan bersama mereka (orang tua mereka) menempati tempat yg tinggi.

Tentunya risalah ini juga untuk para bapak.....!!!
*Bayangkan wahai para bapak, jika Anda menjadikan anak Anda hafal Al-Quran.*
Setiap kali ia membaca satu huruf, Anda akan mendapatkan pahala setiap huruf yang ia baca dari al-Quran dalam hidupnya.
Maka jadilah Anda dengan menjaga anak Anda untuk menghafalnya dengan pertolongan dari Alloh Ta'ala.

_Saya memohon kepada Alloh agar menjaga putra-putri kita, & menjadikan mereka orang-orang yang memberi hidayah dan mendapatkan hidayah._
*Aamiin yaa Robbal 'alamiin.....*
〰〰〰〰〰
(Syaikh Mamduh Farhan Al Buhairi)

_Silahkan gabung ke grup_ *```_MUTIARA_```*
KETIK NAMA#ASAL
KIRIM KE *081286062786*

======📢📢📢======
Silahkan di share semoga bisa memberikan manfaat untuk kita semua umat islam.
Share:

IBU OPTIMIS

Mia Ilmiawaty Saadah

IBU OPTIMIS

Suatu hari di dalam sebuah obrolan ringan, saya
sempat bertanya pada suami, "Ibunya Pak
Habibie itu kayak gimana sih ya? Pingin deh tahu
tentang apa yg sudah beliau lakukan sampai
anaknya 'jadi orang' begitu?". Saya mencoba
mencari buku "BJ Habibie, Mutiara Dari Timur" yg
pernah saya baca 20 tahun lalu dari rak buku
Papa, mencoba menemukan jawabannya, tapi tak
ketemu juga buku itu.
Lama waktu berselang, sekitar setahun sejak
ngobrol santai itu, suamiku mengirimkan pesan
lewat Whatsapp sambil menyertakan secuplik
rekaman suara. Rupanya rekaman suara Pak
Habibie di acara Mata Najwa edisi Ulang Tahun
Pak Habibie ke-80. "Itu jawaban yang dari dulu
kamu cari-cari", katanya saat mengirimkan saya
rekaman suara itu.
Benar saja, di acara Mata Najwa, Pak Habibie
bercerita tentang ibunya yang sangat optimis,
tegar dan hebat. Pak Habibie mengenang situasi
saat ayahnya meninggal dunia, ibunya bersumpah
di hadapan halayak yg hadir saat itu bahwa akan
membesarkan anak-anak termasuk yg di dalam
kandungan dengan tangannya sendiri, serta
berjanji akan mengantarkan semua anaknya
menjadi orang yg berguna bagi bangsa dan
agama. Doa dan tekad seorang ibu optimis.
Pak Habibie juga bercerita tentang pengalaman
pertamanya merantau. Saat usia 14 tahun, Rudy
Habibie remaja diantar ke pelabuhan untuk
merantau ke Jakarta. Saat menyaksikan Rudy
Habibie yg menangis tak mau berpisah dengan
ibunya, ibu RA Tuti Marni Puspowardojo itu
bilang, "Rudy sedih? Mami lebih sedih lagi, tapi
Mami harus lakukan ini demi masa depanmu".
Lagi-lagi, bu Tuti rupanya bukan tipe ibu-ibu
galau seperti saya, yg anak masuk sekolah
pertama saja cemasnya minta ampun. Betapa
dari certia Pak Habibie itu, tergambar sangat
keberanian dan kebesaran hati seorang ibu
optimis. Ditinggalkan suami dengan 8 anak yg
masih kecil-kecil, tetapi masih bisa berpikir jernih,
tegar, dan visioner. Luar biasa!
Selesai dari Mata Najwa, kehebatan ibu Tuti
muncul lagi dalam beberapa scene yg saya
saksikan di film Rudy Habibie (Habibie Ainun 2).
Bagaimana ia dengan sangat bijaksana
membangkitkan semangat Rudy muda saat di
titik terendah dalam perjalanan studinya dan
kehidupannya di negeri seberang. "Mami yakin
Rudy pasti bisa, tunjukkan kamu sebenernya",
ucapan sang ibu itu hanya berbalas tangisan pilu
sang anak di rantau. Pun ketika ditanya orang
tentang Rudy yg akan membuat pesawat terbang,
sang ibu dengan gagah dan optimis
mengoreksinya "Rudy bukan mau bikin pesawat
terbang, tapi INDUSTRI pesawat terbang",
katanya mantap.
Sekarang, kita jadi tahu, betapa ada ibu yg luar
biasa yg membesarkan seorang Habibie kecil itu
menjadi orang yg besar. Doa, optimisme, dan
tekad membaja dalam membesarkan anak untuk
menjadi orang yg berguna bagi bangsa dan
agama, kiranya terkabul sudah.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin
banyak menjumpai peristiwa serupa Ibu Tuti dan
Rudy Habibie tadi. Tak jarang kita dengar kisah
dari kawan, saudara, atau orang yg baru kita
kenal sekalipun, tentang doa-doa dan harapan
seorang ibu pada anaknya yg kemudian menjadi
kenyataan. Bahkan kadang, tak perlu jauh-jauh,
bisa jadi hal serupa terjadi pada perkataan orang
tua kita sendiri.
Saya ingat, ketika dulu berada di kebingungan
menjelang lulus SMA, saya bertanya pada Mama
tentang kemana saya kelak akan berkuliah.
Rupanya Mama dengan penuh percaya diri bilang,
"Kata Mama mah teteh nanti masuk UI, jadi
alumni UI, pokoknya berprestasi di UI". Lha.. Saya
cuma nyengir saja. Sebagai anak SMA di
Bandung, UI tidak pernah ada dalam pikiran, cita-
cita saya waktu itu f tidak ITB ya Unpad.
Apa daya ternyata pada akhirnya saya harus akui
ternyata Allah lebih ridho pada doa Mama.
Hal yg sama dialami pula oleh suami saya. Dulu,
jauh hari sebelum suamiku itu lulus kuliah
sarjana, Ibu yg saat itu di Melbourne menemani
Bapa di tengah studi doktoral, pernah bekerja
sampingan sebagai cleanert di KJRI Melbourne.
Waktu itu ibu bilang, "suatu hari Aa akan duduk di
sini", sambil menunjuk kursi Konjen Melbourne yg
ia bersihkan. Sidqi, suamiku itu rupanya tak
pernah bercita-cita jadi diplomat meski ia
berkuliah di jurusan hubungan internasional.
Menjadi dosen di kota adem ayem sepeti Jogja
sepertinya lebih ia senangi, ketimbang menjadi
Diplomat - PNS Kementrian Luar Negeri - dan
tinggal di kota macet dan padat sepeti Jakarta
dan Depok. Lagi-lagi, rupanya Allah mengabulkan
doa Ibu untuknya, bukan jadi konjen Melbourne
sih, tapi betul terkabul jadi diplomat. Hehe.
Saya jadi berpikir, saya punya doa apa untuk
anak-anak saya? Saya punya keyakinan sebesar
apa pada masa depan anak-anak saya? Seberapa
besar rasa percaya diri saya akan keberhasilan
anak-anak saya kelak? Ketika anak saya belum
bisa baca sementara anak tetangga sudah bisa,
saya galau. Ketika anak saya masih malu-malu
tampil di atas panggung sementara anak lain
tampil penuh percaya diri, saya cemas. Ketika
anak-anak lain seusia anak saya bertubuh lebih
tinggi dan besar, saya khawatir. Ketika anak saya
bertingkah tak menyenangkan sementara anak
lain tampak sangat manis, saya iri. Aaaaah... Dan
masih banyak lagi rupanya hal lain yg saya
khawatirkan. Sampai-sampai di tengah kesal,
sempatnya batin terpikir, "mau jadi apa kau nanti,
Nak?". astaghfirullah...
Memang, adalah manusiawi rasanya ketika kita
sedih, khawatir, dan mencemaskan masa depan
anak-anak kita. Akan tetapi, dari siapa lagi
keyakinan itu muncul jika tidak dimulai dari kita
sendiri, ibunya, bukan? Seseorang yg telah
mengandungnya, melahirkannya, menyusuinya,
mendidiknya, menemani hari-harinya, dan
seterusnya. Jika kita saja pesimis, pada siapa
lagi anak-anak berharap optimisme itu? Padahal,
optimisme Ibu kiranya semacam doa tanpa
penghalang pada Sang Maha Pengabul Doa.
Karena itu, ditengah segala cemas takut dan
ragu, tidak kah kita yg seharusnya menjadi orang
pertama yg harus yakin akan kesuksesan dan
keselamatan ananda untuk dunia dan akhiratnya?
Ibunda Pak Habibie, Mama, dan Ibu, mungkin
hanya sedikit contoh kecil saja dari para ibu
optimis itu. Optimisme dan doa dari Ibu yg
seperti apa? Mungkin tak pada semua Ibu, tetapi
ada pada ibu yg syurga tak hanya ada di telapak
kakinya, tetapi senantiasa menjaga kebaikan
dalam ucapan, perbuatan, dan teladan tingkah
lakunya. Kiranya Allah ada bersamanya.

Serang,
19 Juli 2016
Share:

Siapa yang GILA??

Intermezzo part II
SIAPA YG GILA...!!!

Suasana sebuah kampung tiba-tiba heboh, karena pd saat jam 22.00 terdengar adzan berkumandang dari sebuah mushalla setempat melalui pengeras suara yang memecah keheningan malam.

Warga berbondong-bondong mendatangi mushalla itu meski mereka sudah tahu siapa yang melakukannya...Mbah Mukidi , suaranya sdh dikenal dikampung itu, umurnya sudah mencapai kepala tujuh.
Warga dipenuhi pertanyaan, mengapa Mbah Mukidi adzan pada jam sepuluh malam..??

Ketika warga sampai di pintu mushalla, Mbah Mukidi baru selesai adzan dan mematikan sound system.

“Mbah tahu gak, jam berapa sekarang..??” kata Pak RT.
“Adzan apa jam segini, Mbah..??”
“Jangan-jangan Mbah sudah ikut aliran sesat,” sambar Roso dengan nada prihatin.
 "Sekarang banyak betul aliran macam-macam.
“Ah, dasar Mbah Mukidi sudah gila".
“Kalau nggak gila, mana mungkin adzan jam segini..??”

“Kalian ini ......,” jawab Mbah Sadi tenang. “Tadi, waktu saya adzan Isya, tidak seorang pun yang datang ke musholla. Sekarang saya adzan jam 10 malam, kalian malah berbondong-bondong ke mushalla. Satu kampung lagi...!!!
Kalo gitu... SIAPA YANG GILA....???”

Warga pun pulang satu persatu tanpa protes lagi. Termasuk Pak RT yang kemudian menjauh perlahan-lahan, tak berani melihat wajah Mbah Mukidi

Mawas diri...dipanggil dan diingatkan yg baik2 kadang2 kita tdk mau mendengarkan.
Tetapi begitu ada kesempatan mem-bodoh2kan dan memarahi orang, kita menyempatkan diri..😔

Astagfirullah Al'adziim .....
Share:

Bal'am Bin Ba'ura



=== BAL’AM BIN BA’URA ===

Sudahkah sampai kepada Anda cerita tentang Bal’am bin Ba’ura? Jika belum, perkenankanlah saya menceritakannya kepada Anda sebagaimana Al-Qur'an menyuruhnya.

“Dan BACAKANLAH kepada mereka berita orang yang telah KAMI BERIKAN kepadanya AYAT-AYAT KAMI (PENGETAHUAN TENTANG ISI AL-KITAB), kemudian dia MELEPASKAN DIRI DARI PADA AYAT-AYAT ITU, LALU DIA DIIKUTI OLEH SYAITAN (SAMPAI DIA TERGODA), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.” (QS Al-A'raf: 175).

Sahabat, ada ratusan kisah dalam Al-Quran, tapi –sependek penelurusan saya- hanya ada enam kisah yang mengadung redaksi perintah kepada Nabi SAW untuk menceritakannya. Empat menggunakan kata “utlu ‘alaihim” (bacakanlah kepada mereka), dan dua lagi dengan “nabbi’hum” (beritakanlah kepada mereka). Ada satu lagi kata “faqshushil qashash” (ceritakan kisah ini), tapi masuk dalam salah satu dari enam kisah di atas.

Apa gerangan yang membuat kisah tersebut ini harus diceritakan; dibacakan? Tentu karena pentingnya kandungan cerita itu. Saking pentingnya, tidak cukup kita sendiri yang tahu. Kita harus memberi tahukan kepada yang lain. Dan kisah tentang Bal’am bin Ba’ura ini adalah salah satu dari enam kisah itu. Bahkan perintah untuk menceritakannya diulang dua kali: di awal cerita dan di akhir cerita. “Maka CERITAKANLAH (KEPADA MEREKA) KISAH-KISAH ITU agar mereka berfikir.” (QS Al-A'raf: 176).

Bal’am bin Ba’ura adalah seorang cendeiawan Bani Israel. Lidahnya fasih membaca ayat-ayat Allah. Pemahaman dan pengetahuannya luar bisa hebatnya. Dia diberi keistimewaan tahu Nama Allah Yang Teragung (Ismullah Al-A’zam), sehingga dengan itu setiap doanya dapat membuka pintu-pintu langit dan menggetarkan tiang-tiang Ars. Saking luas ilmu Bal’am, tidak ada gelar akademik yang layak disematkan kepadanya. Yang mengalahkan kepakaran Bal’am hanyalah gurunya, Nabi Musa AS.

Tapi ilmu saja tidak cukup. Ilmu tanpa iman seperti pisau di tangan penjahat. Bal’am terpedaya oleh kilauan nafsu dunia. Ilmunya tidak membawanya menjadi orang mulia, tapi justru membawanya ke jurang kenistaan dan kehinaan. Padahal kalau mau, dengan ilmu itu dia bisa mendapat derajat yang tinggi di sisi Allah dan pandangan manusia. “Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya KAMI TINGGIKAN (DERAJAT)NYA DENGAN AYAT-AYAT ITU, TETAPI DIA CENDERUNG KEPADA DUNIA DAN MENURUTKAN HAWA NAFSUNYA YANG RENDAH.”

Anda tahu digunakan untuk apa kelebihan yang diberikan Allah kepada Bal’am? BUKAN UNTUK MENOLONG AGAMANYA, TAPI UNTUK MENOLONG MUSUH MENGHANCURKAN AGAMA MUSA AS, YANG JUGA AGAMANYA. Lidah yang fasih menyitir dalil-dalil itu digunakan untuk mendukung musuh Allah dan mendoakan keburukan bagi Musa AS dan kaumnya.

Ceritanya, Bal’am suatu hari diutus oleh Nabi Musa untuk berdakwah kepada Kaum Kan’an, penduduk asli Palestina zaman dahulu. Saat berdakwah itu, Bal’am dibujuk-rayu dengan kemewahan-kemewahan dunia oleh para penguasa Kan’an.
“Wahai Bal’am, untuk apa kamu berdakwah? Sinilah ikut kami. Kami punya banyak harta. Akan kami berikan harta-harta itu kepadamu jika kamu meninggalkan perintah Musa. Bergabunglah kepada kami untuk melawan Musa.”

Bal’am takluk dengan tawaran itu. Senjata Ismullah Al-A’dzam yang dia miliki berbalik dia gunakan untuk mendoakan keburukan bagi Nabi Musa dan kaumnya.
“Kamu kan punya doa yang terkabul, Bal’am. Doakanlah untuk keburukan Musa agar tidak dapat merangsek ke bumi Palestina.”

Bal’am menyanggupi, tapi Allah tidak tinggal diam. Allah tidak menarik keterkabulan doa Bal’am, tapi menjadikan setiap doa keburukan yang diucapkan Bal’am berubah menjadi kebaikan. Dalam hati Bal’am ingin mendoakan keburukan bagi Musa AS, tapi kalimat-kalimat yang keluar dari lidahnya justru doa-doa kebaikan untuk Musa AS. Allah SWT mengendalikan lidah Bal’am tanpa bisa dia lawan. Selalu saja ketika ingin berdoa keburukan, yang keluar dari mulutnya justru kebaikan.

Tapi Bal’am adalah INTELEK LICIK. Kepandaiannya dia gunakan untuk mencari cara lain agar bisa menghancurkan Bani Israil dan Musa AS. Dan keluarlah satu ide dari pikirannya.

“Godalah Bani Israel dengan sesuatu yang haram. Jerumuskan mereka ke dalamnya. Jika Bani Israel melanggar perkara-perkara haram, maka Allah akan menghancurkan mereka, dan kalian tidak perlu memeranginya.”

“Tapi bagaimana caranya?” tanya para pembesar Kan’an.

“Kebanyakan Bani Israil sekarang adalah para pelarian yang tidak punya istri. Godalah mereka dengan perempuan. Keluarkanlah perempuan-perempuan kalian dan dandani mereka dengan dandanan yang menggairahkan. Bawa mereka ke perkampungan Bani Israil untuk merayu para lelaki di sana.”

Benar saja, berhasillah tipu muslihat Bal’am. Tak lama setelah wanita-wanita Kana'an dikeluarkan, seorang pembesar Bani Israel -dengan menggandeng seorang wanita- datang kepada Nabi Musa.

“Wahai Musa, kamu pasti akan bilang bahwa wanita ini haram untukku kan?”
“Betul. Memang begitu adanya.”
“Iya, saya tahu. Tapi saya tidak peduli dengan itu.”

Ya Allah………. Lihat sebegitu besar fitnah seorang Bal’am bagi Bani Israil.
Satu orang terkorbankan, yang lainnya pun ikut-ikutan. Tersebarlah praktik zina yang diharamkan itu di tubuh Bani Israil. Allah SWT pun murka, lalu menurunkan penyakit thaun (semacam virus yang menular) yang membunuh 70 ribu Bani Israil dalam seketika.

******

Ya, itulah Bal’am, SI CENDEKIAWAN BEROTAK BRILIAN TAPI BERHATI SETAN. Ilmu agamanya terpedaya oleh kilauan dunia. Lisan yang fasih menyitir dalil-dalil itu digunakan untuk menghancurkan Nabi Musa dan kaumnya.
Anda tahu bagaimana Allah memberi permisalan untuk Bal’am?
“Maka perumpamaannya seperti ANJING‫!‬” (QS Al-A’raf: 176).

Anda tahu anjing? Anjing adalah seburuk-buruk permisalan. Siapapun orang di dunia ini, tidak akan pernah rela diserupakan dengan anjing. Ada banyak sekali permisalan dalam Al-Quran, tapi yang paling buruk adalah permisalan untuk si Bal’am ini. Ada perumpamaan untuk orang-orang kafir dengan keledai, laba-laba, batu licin, dan lain sebagainya. Tapi yang paling buruk dari semua itu adalah untuk Bal’am ini, dengan anjing.

Bukan hanya menyerupakannya dengan anjing, Allah tambah lagi perumpamaan itu dengan gambaran yang sangat menghinakan. “Jika kamu MENGHALAUNYA DIULURKANNYA LIDAHNYA, dan jika kamu MEMBIARKANNYA DIA MENGULURKAN LIDAHNYA (juga)

Kopas dari status Ustadz Jauhar Ridloni Marzuq

Share: